jelajah rasa

Disini, saya saksi tidak penting yang menyaksikan pertengkaran antara 2 kubu, wanita versus pria. Yang notebene mereka dahulunya mungkin tersangkut dalam hubungan tanpa ijab qabul atau kerennya pacaran. Mereka yang dahulunya juga bisa dipastikan saling berkasih sayang, membagi jatah uang jajan, atau mungkin menari-nari di bawah derasnya hujan (?), atau apalah itu yang berarti masih akur. Dan kini secara “live”, saya melihat, mendengar mereka saling membalas dengan kata-kata arogan bertekanan tinggi.

W : SELINGKUH KAU BILANG? GAK MUNGKINLAH AKU UDAH PUNYA YG LAIN

P : z#*@@?*# *a*ku#@ (tidak begitu jelas)

W : MAKANYA JANGAN KAU SIA-SIA KAN AKU!! DAH SAMA ORANG LAIN AKU BARU KAU KEPO

P : *#@)(2!?6j))*#@ (semakin tidak jelas)

Mengapa pertengkaran itu bisa terjadi?Saya juga tidak tahu dan tidak mau tahu. Namun kisah yang terekam jelas di tempurung kelapa tersebut menyiratkan beragam hikmah yang harus dimaknai positif.

Pertama tentang “sia-sia”. Mungkin saya ataupun anda pernah melakukan perbuatan…

View original post 352 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: