Eko Prasetyo

Catatan Must Prast

Sebagai arek Suroboyo, saya tidak asing dengan bahasa pisuhan (umpatan). Misalnya, jancuk, jangkrik, dobol, makmu kiper, dengkul ambleg, untumu gupil, cuk, cik, lembe njedir, ataupun hanthik. Kedengarannya memang kasar. Namun, tidak jarang ucapan pisuhan tadi disampaikan dalam suasana gembira. Contohnya, saat bertemu teman lama yang sudah bertahun-tahun tidak berjumpa.

Suasana kian segar jika pisuhan itu bersambut tawa. Gayeng. Ini pula yang pernah dialami Hoegeng saat dirinya diangkat sebagai menteri iuran negara pada 1965 oleh Presiden Soekarno. Kabinet itu juga terkenal dengan sebutan kabinet seratus menteri.

View original post 339 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: